Ilmu Sosial Dasar

Posted on 31 Oktober 2010

0



PengertianIlmu Sosial Dasar
Pendidikan tinggi diharapkan dapatmenghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiriatas
  • Kemampuan akademik
  • Kemampuan Profesi
  • Kemampuan Pribadi
Dengan seperangkat kemampuan yangdimiliki seseorang diatas lulusan perguruan tinggi diharapkan seseorang menjadisarjana yang sujana yaitu sarjana yang cakap dan ahli dalam bidang yangditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentinganmasyarakat indonesi dan umat manusia pada umumnya. Pencapaian kemampuanakademik dan kemampuan profesi telah diusahakan melalui mata kuliah (MKK).Kedua kemampuan tersebut bertuuan untuk memberikan keahlian dalam bidangnya dan

kemampuan menerapkan keahlian itu dalam masyarakat.

Berikut adalah MKDU/ Mata KuliahDasar Umum yang terdiri atas mata kuliah:
  • Pancasila
  • Agama
  • Kewiraan
  • PENDIDIKAN Sejarah Perjuangan Bangsa
  • Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
  • Ilmu Sosial Dasar  (ISD)
  • Ilmu Budaya Dasar (IBD)
Sebenarnya MKDU perguruan tinggi diIndonesia dapat di kelompokkan menjadi 2, Kelompok pertama meliputi mata kuliah: Pancasila, Agama, Pendidikan Sejarah perjuangan bangsa dan Kewiraan. Kelompokini diharapkan dapat memberikan dasar pedoman untuk bertindak sebagai warga Negaraterpelajar yang baik. Keempat mata kuliah tersebut wajib di ikuti oleh semuamahasiswa di perguruan tinggi, yang dinilai dan ikut menentukan kelulusan.
Kelompok kedua meliputi mata kuliah: IAD, ISD, dan IBD. Kelompok ini diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswaberkenaan dengan lingkungan alamiah, Lingkungan social dan lingkungan budaya.
Ketiga mata kuliah diatas diberikankepada semua mahasiswa dengan ketentuan bahwa mahasiswa bidang pengetahuankeahlian yang berada dalam ruang lingkup salah satu mata kuliah dasar tersebuttidak diwajibkan mengikuti mata kuliah dasar yang bersangkutan.
Secara Spesifik kemampuan pribadiyang hendak di capai melalui MKDU bertujuan menghasilkan warga Negara Sarjanayang berkualifikasi sebagai berikut:
  • Taqwa kepada tuhan yang maha esa , bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memilki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain
  • Berjiwa Pancasila sehingga segal keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai pancasila dan memiliki Integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  • Memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal cinta tanah air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, Mempertinggi kebanggan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  • Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi oermasalahan kehidupan, baik social, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan.
  • Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang lingkungan alamnya secara bersama sama serta di dalam pelestariannya.
Tema pokok perkuliahan ISD sebagaibagian dari MKDU adalah hubungan timbale balik antara manusia denganlingkungannya. Hubungan tersebut dapat mewujudkan adanya kenyataan kenyataansocial dan masalah masalah social dan inilah yang menjadi pusat perhatian dariIlmu Sosial Dasar dan yang penelaahannya menggunakan pendekatan berbagaidisiplin (interdisiplin dan atau multidisiplin) dengan memanfaatkan pengertianpengertian (fakta,konsep, teori) yang berasal dari lapangan ilmu ilmu socialseperti: sejarah, ekonomi, geografi, social, sosiologi, antropologi danpsykologis social.
ISD ; PENGERTIAN, TUJUAN, ISD DANips
1.    1. PENGERTIAN
Untuk menjawab berbagai tantangandan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Berdasarkan sumber filsafat yangdianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapatdikelompokan menjadi tiga :
1.    Natural sciences (ilmu-ilmualamiah), meliputi: Fisika, Kimia, astronomi, biologi dll
2.    Sosial sciences (ilmu-ilmu social)terdiri dari: Sosiologi, Ekonomi, Politik antropologi, Sejarah, Psykologi,Geografi dll
3.    Humanities (ilmu-ilmu budaya)meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll.
Mengikuti pembagian ilmu pengetahuanseperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalahsatuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuanyang menelaah masalah masalah social khususnya yang diwujudkan oleh masyarakatIndonesia dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep teori) yangberasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmusocial seperti:
Sejarah, ekonomio, geografi social.Sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Ilmu social dasar tidak merupakangabungan dari ilmu social dasar yang dipadukan, karena ilmu social dasar tidakmemiliki objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkansuatu penilitian sebagaimana suatu disiplin ilmu seperti ilmu-ilmu socialdiatas.
Ilmu sosial dasar merupakan suaubahan studi atau program pekerjaan yang khusus dirancanga untuk kepentinganatau pengerjaan yang di Indonesia diberikan di perguruan tinggi.
2.Tujuan
Sebagai salah satu dari mata kuliahdasar umum ilmu social dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar:
a)      Memahamidan menyadari kenyataan-kenyataan social dan masalah-masalah yang ada didalammasyarakat
b)     Peka terhadap masala-masalah social dan tanggap untuk ikut serta dalamusaha-usaha menanggulanginya
c)      Menyadari bahwa setiap masalah social yang timbul dalam masyarakat slalubersifat kompleks dan hanya mendekatinya dan mempelajarinya secar kritis daninterdisipliner
IlmuSosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu social dasar ISD dan ilmupenegetahuan social mempunyei persamaan dan perbedaan adapun persamaan antarakeduanya adalah :
a)     Keduanya merupkan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran
b)     Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
c)      Keduanya mempunyei materi-materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalahsocial.
Adapun Perbedaan diantara keduamyaadalah adalah:
a)     Ilmu social dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan ilmu social dasardiberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan
b)     Ilmu social dasar merupakan salah satu mata kuliah tunggal, sedangkan ilmupenegetahuan social merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (Untuksekolah lanjutan)
c)      Ilmu social dasar diarahkan pada pembentukkan sikap dan kepribadian , sedangkanilmu pengetahuan social diarahkan pada pembentukkan penegetahuan dan ktrampilanintelektual.
Berikut Bahan pelajaran Ilmu SosialDasar dapat dibedakan atas tiga golongan:
1.    Kenyataan-kenyataan social yang adadalam masyrakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu.
2.    Konsep-konsep social dibatasi padakonsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajarimasala-masalah social yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya:
Keanekaragaman dan konsep kesatuansosial bertolak dari kedua konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dankita sadari bahwa di dalam masyrakat selalu terdapat:
  • Persamaaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individualatau kelompok atau golongan.
  • Persamaan dan perbedaan kepentingan
1.    Masalah-masalah sosial yang timbuldidalam masyarakat bisasnya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosialyang berkaitan.Konsorsium antar bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan ilmusosial dasar terdiri dari 8 pokok bahasan yaitu:
  • Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannyadengan perkembangan masyrakat dan kebudayaan
  • Masalah Individu, keluarga, dan masyarakat
  • Masalah pemuda dan sosialisasi
  • Masalah hubungan antara warga Negara dan Negara
  • Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
  • Masalah masyrakat perkotaan dan perdesaan
  • Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan intgrasi
  • Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat
ILMU SOSIAL DASAR
A. ILMU-ILMU SOSIAL 
Tiga cabang ilmu Pengetahuan, yaitu :
1. Natural Science meliputi fisika, kimia,astronomi, biologi, dll.
2. Social science terdiri dari sosiologi, ekonomi,politik, antropologi sejarah, geografi, dll.
Humanities meliputi bahasa, agama,kesusastraan,kesenian, dll.
.3

Wujud adanya perkembangan Ilmu social di Indonesiasetelah mendapat kemerdekaan adalah :
1.Berdirinya akademik politik di Yogyakarta yangdi sponsori oleh tenaga akademis Pembina ilmu politik di Belanda.
2.Didirikan balai perguruan tinggi Gajah Mada.
3.Didirikan akademi kepolisian.

B. ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
Adalah ilmu social yang disederhanakan untuktujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah. Materi daridisiplin ilmu social sperti geografi, sejarah, sosiologi, antropoogi, psikologisocial, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, dan ilmu social lainnya. 

C. ILMU SOSIAL DASAR (ISD)
Adalah gabungan dri disiplin ilmu-ilmu social yangdi pergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social yang timbuldi masyarakat.
Latar Belakang ISD
• Banyaknyak kritik yang ditujukan pada systempendidikan di perguruan tinggi oleh beberapa cendikiawan. 
• Sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yangelite bagi masyarakat kita sendiri sehingga kurang akrab dengan lingkunganmasyarakat.

Tiga Jenis kemampuan :
1. Kemampuan Personal (kemampuan pribadi)
Dapat menunjukan sikap dan kepribadian Indonesia ,mengenal dan memahami nilai-nilai agama, kemayarakatan, kenegaraan sertapandangan luas terhadap masyarakat.
2. Kemampuan akademik
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baiklisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, berpikir logis, kritis,sistematis, analitis.
3. Kemampuan Profesional
Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yangbesangkutan. Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan yang tinggi.

ISD SEBAGAI KOMPONEN MKDU
MKDU terdiri dari 6 matakuliah, yaitu : Agama,Pancasila, Kewiraan, Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Ilmu Sosial Dasar (ISD), IlmuBudaya Dasar (IBD).
Tujuan ISD adalah :
Membantu perkembangan wawasan pemikiran dankepribadian yang luas, dan dapat bermusyawarah dengan satu sama lain.

RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
1. Adanya berbagai aspek yang merupakan suatumasalah social yang dapat di tanggapi dengan pendekatan sendiri.
2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan sociallain dalam masyarakat.

Berdasarkan ruang lingkup di atas kiranya masihperlu penjabaran lebih lanjut untuk pokok bahasan yaitu :
1. Mempelajari adanya berbagai berbagai masalahkependudukan dan hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaan.
2. Mempelajari adanya masalah-masalah individu,keluarga dan masyarakat.
3. Mempelajari hubungan antar warga Negara danNegara.
4. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi olehmasyarakat perkotaan dan pedesaan.
5. Mempelajari ilmu penngetahuan dan tekhnologiuntuk memanfaatkan kemakmuaran masyarakat dan pengurangan kemiskinan.

MASALAH SOAIAL DAN ISD
A. MASAAH SOSIAL 
Perbedaan tingkat perkembangan kebudayaanmasyarakat dan keadaan lingkungan alam dimana masyarakat itu hidup.
Pengertian masalah social :
1. Menurut masyarakat
Segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum.
2. Menurut para ahli
Suatu kondisi atau perkembangan yang terwujuddalam masyarakat.

B. MASALAH SOSIAL DAN AHLI ILMU SOSIAL
Sejumlah ahli ilmu social merasakan bahwa denganmenggunakan pendekatan masalah-masalah social sebagai kerangkanya maka hakikatmasyarakat dan kebudayaan manusia akan lebih dapat dipahami.

C. MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR
Melihat masalah secara obyektif dan subyektif,obyektif berarti masalah ang telah dikembangkan dalam ilmu-ilmu social yangdigunakan. Subyektif berarti masalah akan dikaji menurut perspektif masyarakat.

BAB II
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Peningkatan julah penduduk/kelebihan penduduksebab kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatanpenduduk lebih terjamin dan tingkat kematian bayi rendah. Akibatnya, banyakterjadi pengangguran dan banyak tindak kriminalitas

Jenis kelebihan penduduk :
1. kelebihan penduduk yang absolute, yaitu bilasuatu daerah dalam waktu tertentu tidak dapat memberikan kebutuhan hidup bagimanusia yang berdomisili.
2. Kelebihan penduduk yang relative, yaitu suatudaerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai dengankemajuan ekonomi dan perkembangan social.

Kekurangan penduduk disebabkan penduduk lebihmengutamakan karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk. Akibatnyakekurangan tenaga kerja.

Pendidikan 
Sebab :
1. kemiskinan
2. trikat dalam kerja rumah tangga
3. tidak memiliki sekolah dasar

Kesehatan
Sebab :
1. kebutaan dan anemia
2. Tuberkulosis
3. cacingan
4. Lepra

Kekurangan Gizi : kekurangan Vit.A dan proteinhewani.

Usaha mengatasi penduduk dunia
Langkah-langkah :
1. menyeimbangkan jumlah penduduk
2. konsumsi sumber daya dan pembangkit polusiharus dikurangi
3. penyelenggaraan pendidikan dan pengadaanfasilitas kesehatan
4. peningkatan produksi bahan pangan
5. penyuburan dan perlindungan tanah untukmencegah erosi.

Masalah penduduk di Indonesia
1. Rapat penduduk
2. Penyebaran penduduk
3. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah

Kebijaksanaan Kependudukan 
Adalah kebijaksanaan suatu Negara yang menyangkutkemakmuran penduduk
Tujuan : untuk dapat tercapai kesejahteraanpenduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah pendudukdengan hasil pembangunan.
Usaha untuk mengimbanginya:
1. Preservasi : perbaikan kualitas hasil bumi
2. restorasi : pemeliharaan sumber-sumber bioticdengan mencegah penyakit tanaman dan hewan
3. Benefisiasi : memelihara kelangsungan fungsisumber-sumber alam 
4. Reklamasi : Penambahan hasil pertanian denganmengubah tanah improduktif menjadi produktif.

Usaha yang dilakukan :
1. ekstensifikasi pertanian : memperluas areapertanian dengan forest clearing.
2. intensifikasi pertanian : pemupukan, pengairan,pemilihan bibit unggul, tersering, rotasi tanaman.
3. Transmigrasi : perpindahan penduduk dari daerahyang padat penduduknya ke daerah yang kuran padat

Macam” transmigrasi : transmigrasi umum, sektoral,spontan, bedol desa.
Migrasi 
Adalah Perpindahan penduduk yang melintasi batasadministrasi misalnya kelurahan, kabupaten, kota , Negara.
Rumus tingkat migrasi : (jumlah dalam 1th/jumlahpenduduk) x 1000

Pembagian kerja dalam masyarakat 
Kurangnya kesempatan kerja
Sebabnya :
1. pertumbuhan penduduk
2. lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian.
Akibatnya yaitu pengangguran, arus urbanisasi
Solusinya membuka lowongan pekerjaan yang luas.

Hubungan manusia dengan kebudayaan
Dari sudut pandang antropologi :
1. Manusia sebagai makhluk biologi
2. manusia sebagai mahluk social budaya

Hubungan masyarakat dengan keudayaan 
-Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satukesatuan yang utuh 
-Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusiakarena manusia hidup bermasyarakat.
Wujud kebudayaan menurut koenjtcaraningrat :
1. ide, gagasan, nilai”,norma, peraturan yangsifatnya abstrak dan tidak dapat diraba.
2. kelakuan berpola manuaia dalam masyarakat
3. Hasil karya manusia

Pranata
-Pranata social : system tata kelakuan danhubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khususdalam masyarakat.
-Agar kebutuhan terpenuhi maka dirumuskan norma”dalm masyarakat.

4 pengertian norma :
1. cara(usage)
Merupakan suatu perbuatan individu dengan individulain dalam hubungan bermasyarakat.
2.kebiasaan(folkways )
perbuatan yang di ulang-ulang dan memilikikekuatan yang besar disbanding cara.
Ex : menghormati orang yang lebih tua.
3. tata kelakuan (mores)
kebiasaan yang dilakukan dan dapat diterimasebagai nama” pengatur dalam masyarakat
4. Adat kebiasaan (custom)
Terjadi dari tata kelekuan yang kuat integrasinyadengan pola keprilakuan masyarakat.

Pranata social
a. asosiasi yang teroganisir contoh keluarga,Negara, serikat buruh.
b. Institusi adalah bentuk aturan dan proseduratau system

Macam” Pranata :
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhankehidupan kekerabatan 
Ex: perkawinan, pengasuhan anak.
b. Pranata yan bertujuan memenuhi kebutuhanmanusia untuk mata pencaharian hidup. Ex: pertanian, peternakan,perikanan,industri
c. Pranata yng bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiahmanusia. Ex:penelitian, pendidikan ilmiah
d. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhanpendidikan . ex: TK , SD ,SMP,SMA,pesantren
e. Pranata yang bertujuan untuk rekreassi. Ex :Seni
f. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhanyang brhubungan dengan Tuhan.
g. Pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniahmanusia. Ex : pemeliharaan kecantikan, kesehatan. 

ILMU PENGETAHUAN
Pengetahuan diperoleh karena ada rangsangan pada diri manusia untukmengetahui sesuatu dalam rangka mempertahankan hidupnya. Pengetahuan ada yangumum dan ada yang khusus. Pengetahuan dikatakan benar jika ada kesesuaianantara pengetahuan dengan objeknya. Pengetahuan menjadi ilmiah karena adanyakeinginan yang mendalam untuk menyelidiki sesuatu yang ingin kita ketahuidengan menggunakan metode tertentu, dan itulah yang kemudian disebut ilmupengetahuan. Penelitian untuk menyelidiki kebenaran ilmiah dapat dilakukanmelalui pendekatan induktif maupun deduktif. Ilmu pengetahuan dikembangkanbukan hanya untuk ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga karena adanyakepentingan-kepentingan di dalamnya. Apa pun kepentingannya, ilmu pengetahuanseharusnya dikembangkan untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan manusia.
ILMU BUDAYA DASAR, ILMU ALAMIAH DASAR, DAN ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umumilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmupengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmupengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasaripengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasarsebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di sampingmatakuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan.Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapilebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu SosialDasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepadamahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejalasosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memilikikepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaansosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalammenerapkan ilmunya di masyarakat.
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMANFAATANNYA
Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk meningkatkanharkat hidup manusia, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia.Masalahnya, manusia sering memiliki rasa serakah, sehingga ilmu pengetahuantidak jarang digunakan untuk memenuhi kepentingannya sendiri walaupun dengan caramengorbankan orang lain. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaanilmu pengetahuan. Karena itulah ilmu pengetahuan harus memiliki etika atau kodeetik ilmu pengetahuan. Dalam mempelajari etika ilmu pengetahuan, masalah yangmenjadi perhatian utama adalah masalah utilitarisme. Utilitarisme adalah nilaipraktis kegunaan ilmu pengetahuan. Dalam konteks utilitarisme, ilmu pengetahuanharus dikembangkan dalam rangka memberikan kebahagiaan dan kesejehteraan semuamanusia. Dari situlah perlu ada rasa keadilan dalam penerapan ilmu pengetahuan.

INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
KONSEP INDIVIDU DAN KONSEP KELUARGA
Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnyadibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dansosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan olehDick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi.Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknyatersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhananak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagaimedia transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepadaanggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di manadalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannyasendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkansebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadisejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akanmeruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa punkrisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
KONSEP MASYARAKAT DAN KONSEP KEBUDAYAAN
Masyarakat adalah sekumpulan individu yangmengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan.Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakankesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputialasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itusendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasiantingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapantersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antaralain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, danindustri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsurpersekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial.Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yangpada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agartidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian,tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernahberubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di manacakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama wargamasyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-polakehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomenayang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosialyang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untukmemenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimilikiindividu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi,sosialisasi, dan enkulturasi.
HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaanadalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyaiketerkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupunkebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untukmengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluargadan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya.Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individuuntuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertamakali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalahindividu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluargapula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangkamengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakatmerupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat,individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya.Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagaipendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakilioleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belumbisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanyaindividu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebutindividu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadiberbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

KEPENDUDUKAN, GENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
PENGERTIAN DAN KAJIAN KEPENDUDUKAN
Ilmu yang mempelajari masalah kependudukan adalahdemografi.
Istilah ini pertama kali digunakan oleh AchilleGuillard. Demografi sebagai suatu ilmu telah muncul sejak abad ke-17.
John Graunt seorang pedagang di London, yangmelakukan analisis data kelahiran dan kematian, migrasi dan perkawinan dalamhubungannya dengan proses penduduk dianggap sebagai Bapak Demografi.
Jumlah penduduk dapat meningkat, stabil ataumenurun. Indikator dari perubahan penduduk ini adalah tingkat kelahiran,kematian dan migrasi.
Komposisi penduduk merupakan suatu konsep yangmengacu pada susunan penduduk menurut kriteria tertentu, seperti jenis kelamin,usia, pekerjaan, suku bangsa, dan pendidikan.
Data mengenai struktur penduduk yang disajikansecara grafis disebut piramida penduduk (population pyramid).
Kebijaksanaan kependudukan berhubungan dengankeputusan pemerintah.
Dengan mempengaruhi kelahiran, kematian, danpersebaran penduduk, pemerintah memiliki strategi yang dianggap baik untukmeningkatkan kesejahteraan penduduk.
Di luar kebijaksanaan persebaran penduduk ataumigrasi, secara garis besar, kebijaksanaan kependudukan terbagi menjadi duabagian, yaitu kebijaksanaan pronatal dan kebijaksanaan antinatal.
Karakteristik angkatan kerja tidak terlepas daripengaruh ketiga variabel utama kependudukan (kelahiran, kematian, dan migrasi).Kehidupan sosial suatu negara dapat digambarkan jika kita mengetahui komposisilapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya.
Antara kekuatan-kekuatan ekonomi dankekuatan-kekuatan demografi ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.

GENERASI, REGENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Generasi secara sederhana dapat diartikan sebagaisuatu masa di mana kelompok manusia pada masa tersebut mempunyai keunikan yangdapat memberi ciri pada dirinya dan pada perubahan sejarah atau zaman.
Menurut Notosusanto, pengertian generasi itu sendirisebenarnya lebih berlaku untuk kelompok inti yang menjadi panutan masyarakatzamannya, yang dalam suatu situasi sosial dianggap sebagai pimpinan atau palingtidak penggaris pola zamannya (pattern setter).
Di Indonesia, dianggap telah ada empat generasi,yaitu generasi ‘20-an, generasi ’45, generasi ’66, dan generasi reformasi(’98).
Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapitantangan pada zamannya, melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang adadan akan ada, serta menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari pembangunandan sumber daya-sumber daya tersebut.
Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem danmekanisme pembangunan dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baikaparatur, peraturan, pengawas, maupun rakyatnya (grass-root).
Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian sosialseperti ekonomi, kependudukan (demografi) dan ekologi untuk pendukungnya.
Cara pandang kita terhadap pengertian generasi, baikdari sisi terminologi maupun fakta dan persepsinya tidak dapat dilakukan denganterlalu sederhana.
Dari generasi ke generasi selalu memunculkanpermasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas pula tergantungfaktor manusia dan kondisi yang ada pada zamannya.
Masing-masing generasi mencoba menjawab tantanganyang khas pada masanya dan seharusnyalah dipandang secara holistik (menyeluruh)untuk mempelajari dan mengkajinya.
Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luassangat mempengaruhi tantang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatugenerasi dan masyarakat secara keseluruhan.
Bila kita kaitkan antara generasi denganpembangunan, maka keberadaan generasi tidak akan terlepas dari karakter danciri-ciri penduduk suatu bangsa beserta kondisinya.
Masalah penduduk yang meliputi jumlah, komposisi,persebaran, perubahan, pertumbuhan dan ciri-ciri penduduk berkaitan langsungdengan perhitungan-perhitungan pembangunan, baik konsep, tujuan maupun strategipembangunan suatu bangsa.
Penduduk suatu bangsa dapat merupakan modal yangsangat penting bagi pembangunan (sumber daya), tetapi jika tidak dipelajari dandisesuaikan akan dapat menjadi faktor penghambat yang cukup penting pula.
Masing-masing negara mempunyai kebijakan regenerasiyang berbeda dalam menangani masalah penduduk dan dalam melakukan kaderisasi.
Pembangunan yang ideal ialah pembangunan yang harus disikapi dengan arif,cermat dan dengan konsep yang berkelanjutan (sustainable development),disesuaikan dengan kondisi dan karakter bangsa itu sendiri.
Sumber Buku Ilmu Sosial Dasar Karya Effendi Wahyono dkk
Posted in: Uncategorized