Pengertian hakikat manusia

Posted on 6 November 2010

0


 

Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernahdiciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakansuatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakanbermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. 

Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakanAllah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapuntahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secararinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantahbahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera,konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapanini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsepbiologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkansebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilanganharkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna danpaling mulia.

Walaupunmanusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya,tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangatbesar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal danpemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada di alam iniuntuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari Allah SWT. {“Allah telahmenundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.”}(Q.S. Al-Jatsiyah: 13). {“Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulanyang terus menerus beredar. Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dansiang.”}(Q. S. Ibrahim: 33). {“Allah telah menundukkan bahtera bagi kalian agardapat berlayar di lautan atas kehendak-Nya.”}(Q. S. Ibrahim: 32), dan ayatlainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada manusia berupanikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allahtundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengankeinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukanakal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepadamanusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusiadapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun,segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga adapagar-pagar yang tidak boleh dilewati.
Dengandemikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apayang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Diaberkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak,menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yanglain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dancinta,
rasa kebapaandan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta,menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dansedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta.Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukanpemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanyapotensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu manusiasenantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan kebutuhannya,hal inijuga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbedadengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperolehbenda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannyatersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telahAllah ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal danpikiran yang telah Allah karuniakan kepadanya.
Dewasa inimanusia, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkanpengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu darirahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara spermatozoadengan ovum.
DidalamAl-Qur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan secara rinci, akantetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai mahluk yangdiperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus kitakaitkan dengan konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu kesempurnaanberupa akal dan pikiran yang tidak pernah di miliki oleh mahluk-mahluk hidupyang lainnya. Manusia sebagai mahluk yang telah diberikan kesempurnaan haruslahmampu menempatkan dirinya sesuai dengan hakikat diciptakannya yakni sebagaipenjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini disebut dengan khalifah. Statusmanusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat All-Baqarah ayat 30. Katakhalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yangberarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih ataupenerus ajaran Allah.
Namunkebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yangbiasanya dihubungkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammadsaw wafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masaMuawiyah-‘Abbasiah. Akan tetapi fungsi dari khalifah itu sendiri sesuai denganyang telah diuraikan diatas sangatlah luas, yakni selain sebagai pemimpinmanusia juga berfungsi sebagai penerus ajaran agama yang telah dilakukan olehpara pendahulunya,selain itu khalifah juga merupakan pemelihara ataupun penjagabumi ini dari kerusakan.
SIAPAKAHMANUSIA??
Kehadiranmanusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asalusul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentangspesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi.
Evolusi menurutpara ahli paleontology dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkatevolusinya, yaitu :
Pertama,tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan padatahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.
Kedua, tingkatmanusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecanthropuserectus.
Ketiga, manusiapurba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudahdigolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun spesiesnya dibedakan.
Fosil jenis inidi neander, karena itu disebut Homo Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan diSolo (Homo Soloensis).
Keempat,manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otakdan nalarnya.
BeberapaDefinisi Manusia :
1. Manusiaadalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusiamempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
2. Manusiaadalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapatdijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantaikausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world ofnature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerusmelakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini.Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatukualitas seperti Tuhan
3. Manusiaadalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadarandalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitasdunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampumenganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal padapermukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luarpenginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewatibatas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampaudan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Iamendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri.Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
4. Manusiaadalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhlukhidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampumempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
5. Manusiaadalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinyasecara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal inimenyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– ygmemberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya,memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, danmenempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.
6. Manusiaadalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernahpuas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa ygseharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia.Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realitayg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan,menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah danruhaniah.
7. Manusiaadalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai.Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku,perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaattimbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dandipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan ataumengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
8. Manusiaadalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dansebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa danmulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memilikikekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawankehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawabyg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistemnilai.
Al Qur’anmemandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan social. Manusiasebagai basyar tunduk pada takdir Allah, sama dengan makhluk lain. Manusiasebagai insan dan al-nas bertalian dengan hembusan roh Allah yang memilikikebebasan dalam memilih untuk tunduk atau menentang takdir Allah.
Manusiamemiliki fitrah dalam arti potensi, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saatdilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki manusia dapat dikelompokkan pada duahal, yaitu potensi fisik dan potensi ruhaniah.
Potensi fisikmanisia adalah sifat psikologis spiritual manusia sebagai makhluk yang berfikirdiberi ilmu dan memikul amanah.sedangkan potensi ruhaniah adalah akal, gaib,dan nafsu. Akal dalam penertian bahasa Indonesia berarti pikiran atau rasio.Dalam Al Qur’an akal diartikan dengan kebijaksanaan, intelegensia, danpengertian. Dengan demikian di dalam Al Qur’an akal bukan hanya pada ranahrasio, tetapi juga rasa, bahkan lebih jauh dari itu akal diartikan denganhikmah atau bijaksana.
Musa Asyari(1992) menyebutkan arti alqaib dengan dua pengertian, yang pertama pengertiankasar atau fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk bulatpanjang, terletakdi dada sebelah kiri, yang sering disebut jantung. Sedangkan arti yang keduaadalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah, yaituhakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian, berpengetahuan, danarif.
Akal digunakanmanusia dalam rangka memikirkan alam, sedangkan mengingat Tuhan adalah kegiatanyang berpusat pada qalbu.
Adapun nafsuadalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya.Dorongan-dorongan ini sering disebut dorongan primitif, karena sifatnya yangbebas tanpa mengenal baik dan buruk. Oleh karena itu nafsu sering disebutsebagai dorongan kehendak bebas.
PERSAMAAN danPERBEDAAN MANUSIA DENGAN MAHLUK LAIN.
Manusia padahakekatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dantujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dankesadaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan,kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan mahluk lain.
Manusia sebagaisalah satu mahluk yang hidup di muka bumi merupakan mahluk yang memilikikarakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda denganbinatang, sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaanyang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalamkemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yangmemlikinya, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifatinstinctif.
Dibandingdengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan.kelebihan itu membedakanmanusiadengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerakdalam ruang yang bagaimanapun, baik di darat, di laut, maupun di udara.Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun adabinatang yang bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyaiketerbatasan dan tidak bisa meampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia ataumakhluk lain dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70.
Diantarakarakteristik manusia adalah :
1. Aspek Kreasi
2. Aspek Ilmu
3. Aspek Kehendak
4. Pengarahan Akhlak
Selain itu AlGhazaly juga mengemukakan pembuktian dengan kenyataan faktual dan kesederhanaanlangsung, yang kelihatannya tidak berbeda dengan argumen-argumen yang dibuatoleh Ibnu Sina (wafat 1037) untuk tujuan yang sama, melalui pembuktian dengankenyataan faktual. Al Ghazaly memperlihatkan bahwa; diantara makhluk-makhlukhidup terdapat perbedaan-perbedaan yang menunjukkan tingkat kemampuanmasing-masing. Keistimewaan makhluk hidup dari benda mati adalah sifatgeraknya. Benda mati mempunyai gerak monoton dan didasari oleh prinsip alam.Sedangkan tumbuhan makhluk hidup yang paling rendah tingkatannya, selainmempunyai gerak yang monoton, juga mempunyai kemampuan bergerak secarabervariasi. Prinsip tersebut disebut jiwa vegetatif. Jenis hewan mempunyaiprinsip yang lebih tinggi dari pada tumbuh-tumbuhan, yang menyebabkan hewan,selain kemampuan bisa bergerak bervariasi juga mempunyai rasa. Prinsip inidisebut jiwa sensitif. Dalam kenyataan manusia juga mempunyai kelebihan darihewan. Manusia selain mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia juga mempunyaisemua yang dimiliki jenis-jenis makhluk tersebut, disamping mampu berpikir danserta mempunyai pilihan untuk berbuat dan untuk tidak berbuat. Ini berartimanusia mempunyai prinsip yang memungkinkan berpikir dan memilih. Prinsip inidisebut an nafs al insaniyyat. Prinsip inilah yang betul-betul membeda manusiadari segala makhluk lainnya.
TUJUANPENCIPTAAN MANUSIA
Allah SWTberfirman dalam surat Ad-dzariyat:56 bahwasannya:”Allah tidak menciptakanmanusia kecuali untuk mengabdi kepadanya”mengabdi dalam bentuk apa?ibadahdengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya seperti tercantum dalamAl-qur’an
?????????????????? ???????? ???????? ????????? ????
“Sesungguhnyatelah ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.”
Perintahataupun tugas yang diberikan oleh Allah kepada manusia dalam beribu-ribu macambentuk dimulai dari hal yang paling kecil menuju kepada hal yang paling besardengan berdasarkan dan berpegang kepada Al-qur’an dan hadist didalammenjalankannya.Begitupun sebaliknya dengan larangan-larangannya yang seakanterimajinasi sangat indah dalam pikiran manusia namun sebenarnya balasan dariitu adalah neraka yang sangat menyeramkan,sangat disayangkan bagi mereka yangterjerumus kedalamnya.Na’uudzubillaahi min dzalik
Dalam hadistshohih diungkapkan bahwa jalan menuju surga itu sangatlah susah sedangkanmenuju neraka itu sangatlah mudah.Dua itu adalah pilihan bagi setiap manusiadari zaman dahulu hingga sekarang,semua memilih dan berharap akan mendapatkansurga,namun masih banyak sekali orang-orang yang mengingkari dengan perintahAllah bahkan mereka lebih tertarik dan terbuai untuk mendekati,menjalankanlarangan-larangannya.Sehingga mereka bertolak belakang dari fitrahnya sebagaimanusia hamba Allah yang ditugasi untuk beribadah.Oleh karenanya,mereka tidakakan merasakan hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
FUNGSI DANPERANAN MANUSIA
Berpedomankepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelakuajaran allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah.
Untuk menjadipelaku ajaran Allah, apalagi menjadi pelopor pembudayaan ajaran Allah,seseorang dituntut memulai dari diridan keluarganya, baru setelah itu kepadaorang lain.
Peran yanghendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah,diantaranya adalah :
1.Belajar(surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54)
belajar yangdinyatakan pada ayat pertama surat al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaituAl Qur’an.
2.Mengajarkanilmu (al Baqoroh : 31-39)
ilmu yangdiajarkan oleh khalifatullah bukan hanya ilmu yang dikarang manusia saja,tetapi juga ilmu Allah.
3.Membudayakanilmu (al Mukmin : 35 )
Ilmu yang telahdiketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkandipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yangtelah dicontohkan oleh Nabi SAW.
Manusiaterlahir bukan atas kehendak diri sendiri melainkan atas kehendak Tuhan.Manusia mati bukan atas kehendak dirinya sendiri Tuhan yang menentukan saatnyadan caranya. Seluruhnya berada ditangan Tuhan Hukum Tuhan adalah hukum mutlakyang tak dapat dirubah oleh siapapun hukum yang penuh dengan rahasia bagimanusia yang amat terbatas pikirannya.
Kuasa memberijuga kuasa mengambil Betapa piciknya kalau kita hanya tertawa senang sewaktudiberi. Sebaliknya menangis duka dan penasaran Sewaktu Tuhan mengambil sesuatudari kita. Yang terpenting adalah menjaga sepak terjang kita Melandasi sepakterjang hidup kita dengan kebenaran Kejujuran dan keadilan?Cukuplah Yang laintidak penting lagi.
Suka dukaadalah permainan perasaan. Yang digerakan oleh nafsu iba diri Dan mementingkandiri sendiri. Tuhanlah sutradaranya, Maka manusia manusia adalah pemainsandiwaranya Yang berperan diatas panggung kehidupan Sutradara yang menentukanpermainannya Dan ingatlah bukan perannya yang penting Melainkan cara manusiayang memainkan perannya itu.
Walaupunseseorang diberi peran sebagai seorang raja besar, Kalau tidak pandai dan baikpermainannya ia akan tercela. Sebaliknya biarpun sang sutradara memberi perankecil tak berarti Peran sebagai seorang pelayan atau rakyat jelata Kalaupemegang peran itu memainkannya dengan sangat baik Tentu ia akan sangat terpujidimata Tuhan juga dimata manusia.
Apalah artinyaseorang pembesar Yang dimuliakan rakyat Bila ia lalim rakus dan melakukan halhal yang hina. Maka ia akan hanya direndahkan dimata manusia Dan juga dimataTuhan. Sebaliknya betapa mengagumkan hati manusia Yang menyenangkan Tuhan Bilaseorang biasa yang bodoh miskin Dan dianggap rendah namun mempunyai sepakterjang Dalam hidup ini penuh dengan kebajikan Yang melandaskan kelakuannyapada jalan kebenaran. Maka mereka itulah yang paling mulia dimata Tuhan.
“Wahai orangorang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahanbakarnya adalah manusia dan bebatuan, diatasnya terdapat malaikat malaikat yangbengis dan sadis yang tidak mengabaikan apa yang diperintahkan kepada mereka,dan mereka melakukan apa yang diperintahkan”
Itulah firmanAllah yang diberikan kepada manusia dalam menjalankan peranannya selama hidupdi muka bumi.Peran terhadap diri sendiri dan keluarga.Bukan diawali dari peranuntuk keluarga atau pun negara tapi justru peran itu ditujukan untuk dirisendiri sebelum berperan untuk orang lain.Peranan seseorang harus dibangun daridalam diri sendiri secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yangmaksimal,ketika sebuah pribadi telah menguasai peranannya untuk diri sendiri,barulah bisa berperan untuk orang lain,terutama keluarga.Ada sebuah kata katadari seorang teman yang pernah berbagi dengan saya tentang masalah berderma.Dia berkata pada saya”kawan untuk kita bisa memberikan sesuatu kepada oranglain tentunya kita harus dalam kondisi lebih terlebih dahulu, tidak mungkinkita dalam kondisi kekurangan terus kita meberi untuk orng lain”.Jadi untuk bisamembangun sebuah keluarga, kelompok, negara dan mungkin yang lebih besar lagimaka haruslah menjadi kewajiban kita untuk bisa terlebih dahulu membangun dirikita.
TANGGUNG JAWABMANUSIA SEBAGAI HAMBA ALLAH
TanggungjawabAbdullah terhadap dirinya adalah memelihara iman yang dimiliki dan bersifatfluktuatif ( naik-turun ), yang dalam istilah hadist Nabi SAW dikatakan yaziduwayanqusu (terkadang bertambah atau menguat dan terkadang berkurang ataumelemah).
Tanggung jawabterhadap keluarga merupakan lanjutan dari tanggungjawab terhadap diri sendiri.Oleh karena itu, dalam al-Qur’an dinyatakan dengan quu anfusakum waahliikumnaaran (jagalah dirimu dan keluargamu, dengan iman dari neraka).
Allah denganajaranNya Al-Qur’an menurut sunah rosul, memerintahkan hambaNya atau Abdullahuntuk berlaku adil dan ikhsan. Oleh karena itu, tanggung jawab hamba Allahadlah menegakkan keadilanl, baik terhadap diri sendiri maupun terhadapkeluarga. Dengan berpedoman dengan ajaran Allah, seorang hamba berupayamencegah kekejian moral dan kenungkaran yang mengancam diri dan keluarganya.Oleh karena itu, Abdullah harus senantiasa melaksanakan solat dalam rangkamenghindarkan diri dari kekejian dan kemungkaran (Fakhsyaa’iwalmunkar).Hamba-hamba Allah sebagai bagian dari ummah yang senantiasa berbuat kebajikanjuga diperintah untuk mengajak yang lain berbuat ma’ruf dan mencegahkemungkaran (Al-Imran : 2: 103). Demikianlah tanggung jawab hamba Allah yangsenantiasa tunduk dan patuh terhadap ajaran Allah menurut Sunnah Rasul.
TANGGUNG JAWABMANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ALLAH
Manusiadiserahi tugas hidup yang merupakan amanat Allah dan harusdipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia di mukabumi adalah tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan , wakil Allah di mukabumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.
Khalifahberarti wakil atau pengganti yang memegang mandat Tuhan untuk mewujudkankemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifatkreatif, yang memungkinkan dirinya serta mendayagunakan apa yang ada di mukabumi untuk kepentingan hidupnya.
Sebagaikhalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan,sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Kebebasan manusiasebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yangdimilikitidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang.
Kekuasaanmanusia sebagai wakil Tuhan dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuanyang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hokum-hukum Tuhan baik yangbaik yang tertulis dalam kitab suci (al-Qur’an), maupun yang tersirat dalamkandungan alam semesta (al-kaun). Seorang wakil yang melanggar batas ketentuanyang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya, sertamengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia dimintapertanggungjawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yangdiwakilinya, sebagaimana firman Allah dalam QS 35 (Faathir : 39) yang artinyaadalah :
“Dia-lah yangmenjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barang siapa yang kafir, maka(akibat) kekafiranorang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambahkemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidaklainhanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”.
Kedudukanmanusia di muka bumi sebagai khalifah dan juga sebagai hamba allah, bukanlahdua hal yang bertentangan, melainkan suatu kesatuan yang padu dan takterpisahkan. Kekhalifan adalah realisasi dari pengabdian kepada allah yangmenciptakannya.
Dua sisi tugasdan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa.Apabila terjadi ketidakseimbangan, maka akan lahir sifat-sifat tertentu yangmenyebabkan derajad manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah,seperti fiman-Nya dalam QS (at-tiin: 4) yang artinya
“sesungguhnyakami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
KESIMPULAN
Manusia adalahmahluk Allah yang paling mulia,di dalam Al-qur’an banyak sekali ayat-ayat Allahyang memulyakan manusia dibandingkan dengan mahluk yang lainnya.Dan denganadanya ciri-ciri dan sifat-sifat utama yang diberikan oleh Allah SWT kepadamanusia menjadikannya makhluk yang terpilih diantara lainnya memegang gelarsebagai khalifah di muka bumi untuk dapat meneruskan,melestarikan,dan memanfaatkansegala apa yang telah Allah ciptakan di alam ini dengan sebaik-baiknya.
Tugas utamamanusia adalah beribadah (????????????? )kepada Allah SWT.Semua ibadah yangkita lakukan dengan bentuk beraneka ragam itu akan kembali kepada kita danbukan untuk siapa-siapa.Patuh kepada Allah SWT,menjadi khalifah,melaksanakanibadah,dan hal-hal lainnya dari hal besar sampai hal kecil yang termasuk ibadahadalah bukan sesuatu yang ringan yang bisa dikerjakan dengan cara bermain-mainterlebih apabila seseorang sampai mengingkarinya.Perlu usaha yang keras,dansemangat yang kuat ketika keimanan dalam hati melemah,dan pertanggungjawabanyang besar dari diri kita kelak di hari Pembalasan nanti atas segala apa yangtelah kita lakukan di dunia
Posted in: Uncategorized